Leo XIV Menunjuk Uskup asal India: "Tidak Ada Penolakan terhadap Yoga"
Keuskupan Agung Ranchi memiliki sekitar 180 ribu umat Katolik, 35 paroki, lebih dari 300 imam, dan lebih dari 1.000 suster.
Lahir di Mandar pada 20 November 1975, Monsignor Xalxo ditahbiskan sebagai imam pada tahun 2006.
Selama dua dekade terakhir, ia telah mengemban berbagai peran pastoral dan administratif.
Pada 5 Juli 2019, Pastor Xalxo berbincang dengan UcaNews.com mengenai yoga, metode meditasi Timur. Ia mengatakan bahwa sebagian besar sekolah Katolik di Keuskupan Agung tersebut mempraktikkan yoga setiap hari “untuk membangun energi positif, kesehatan yang baik, dan kestabilan mental.”
“Tidak ada penolakan terhadap yoga di sekolah-sekolah kami. Ada beberapa kasus di mana para imam dan biarawati kami mempraktikkannya dan mengajarkannya kepada orang lain,” katanya.
Kardinal Ratzinger menulis pada tahun 1989 bahwa metode-metode Timur termasuk yoga “tidak bebas dari bahaya dan kesalahan” yang merugikan spiritualitas Katolik.
Hasil dari Model Inkulturasi Kardinal Toppo
Karier Monsinyur Xalxo terbentuk di bawah bimbingan Kardinal Telesphore Toppo, orang suku pertama di Asia yang menjadi Kardinal.
Setelah ditahbiskan pada tahun 2006, Pastor Xalxo menjadi sekretaris pribadi Kardinal Toppo. Ia memimpin Keuskupan Agung Ranchi selama 33 tahun (1985-2018).
Xalxo berasal dari lingkungan suku Oraon/Kurukh yang sama dengan Kardinal Toppo.
Di bawah kepemimpinan Kardinal Toppo, Keuskupan Agung Ranchi menjadi model global untuk inkulturasi. Unsur-unsur budaya suku setempat – seperti genderang tradisional (mandar), jubah suci, dan tarian keagamaan suku – dipadukan ke dalam Ekaristi.
Sebagai sekretaris Kardinal Toppo, Pastor Xalxo berada di barisan terdepan dalam perkembangan ini.
Ibu Kardinal Toppo memang memiliki nama keluarga Xalxo, namun tidak ada bukti yang menunjukkan adanya hubungan keluarga di antara keduanya.
Terjemahan AI